Teknologi Temuan Orang Indonesia yang Mendunia

Teknologi Temuan Orang Indonesia yang Mendunia

Perubahan Pengetahuan Pengetahuan serta Tehnologi (IPTEK) selalu bergerak dinamis dari sekian waktu. Bangsa Indonesia juga paling tidak sudah mempunyai andil dan peran riil, dalam perubahan IPTEK serta sudah dipakai oleh orang-orang dunia. Meskipun masih tetap terhitung sedikit, sesungguhnya mulai sejak masa 60an sudah ada tehnologi temuan Indonesia yang mendunia serta dipakai dengan luas. Segera saja tersebut salah satunya :

1. Pondasi Cakar Ayam (1961)
Tehnologi ini diketemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo saat ia jadi petinggi PLN disuruh membangun 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya nyatanya dapat kurangi sampai 75% desakan pada permukaan tanah di bawahnya dibanding jalatoto dengan pondasi umum. Pondasi cakar ayam ini lalu dipakai di Bandara Juanda, Surabaya yang sangat mungkin landasan menahan beban sampai 2. 000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Terkecuali di Indonesia tehnologi yang telah dipatenkan ini dipakai di 9 negara beda, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

2. Teori 23 Kromosom (1955)
Seseorang pakar Cytogenetics Indonesia yakni Dr. Jow Hin Tjio temukan kenyataan kalau jumlah kromosom manusia yaitu 23 buah. Penemuan ini sukses mematahkan kepercayaan beberapa pakar genetika kalau jumlah kromosom yaitu 24 buah. Ia sukses mengkalkulasi jumlah kromosom dengan pas sesudah menyempurnakan tehnik pembelahan kromosom manusia pada preparat gelas yang diperkembang Dr. T. C. Hsu di Texas University, AS.

3. Ketela Pemadam Api (1979)
Saat tengah lakukan eksperimen memakai cairan pelumas memiliki bahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono temukan tehnologi untuk memadamkan api dengan efisien serta ramah lingkungan. Saat itu, cairan bikinannya tidak berniat tumpah serta memadamkan api yang tengah menyala. Sesudah di teliti selanjutnya, nyatanya di ketahui kalau cairan itu bila terserang panas juga akan keluarkan uap yang bisa menyerang api. Saat ini temuannya dipakai di beberapa perusahaan pertambangan di penjuru dunia jadi jalan keluar untuk menangani kebakaran.

READ  Ternyata Tehnologi komunikasi Pager Masih Dipakai Sampai Saat ini

4. Pemindai 4 Dimensi ECVT (2006)
ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) yaitu hasil temuan Dr. Warsito Purwo Taruno. Penemuan ini sudah dipatenkan dengan internasional. ECVT yaitu tehnologi yang memakai sensor medan listrik statis yang dapt menghadirkan gambar 4 dimensi dari perilaku gas serta partikel didalam reaktor tertutup. Tehnologi ECVT ini diprediksikan bisa merubah mencolok perubahan penelitian serta tehnologi di beberapa bagian, dari mulai daya, sistem kimia, kedokteran, sampai nano-teknologi.

5. Kesamaan Matematika Helmholtz (2005)
Kesamaan matematika ini sukses dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Saat memecahkan rumus ini, Yogi tengah meniti program Ph. D di Delft University of Technology, Belanda. Kesamaan Helmholtz yang sukses dipecahkannya, buat banyak perusahaan minyak dunia senang. Dengan rumus temuan itu mereka bisa lebih cepat dalam temukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya dapat juga diterapkan di industri radar, penerbangan, serta kapal selam.

Perkembangan Teknologi Di Tahun 2017

6. Kromatografi Paling cepat (1998)
Dibawah tuntunan Profesor Toyohide Takeuchi di Kampus Gipu, Jepang, pada th. 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang waktu itu tengah lakukan riset untuk disertasi doktor bagian kimia temukan tehnik kromatografi paling cepat didunia. Bila sebelumnya ini peneliti memerlukan saat pada 1. 000 serta 100 menit untuk membedah senyawa kimia, tehnik yang dipakai Rahmiana Zein dapat mendiagnosis senyawa kimia kurun waktu kurang dari 10 menit.

7. Tehnik Pengeringan Sperma (2000)
Tehnik pengeringan yang dikatakan sebagai evaporative drying dan penyimpanan sperma dalam ruang bertemperatur kamar diketemukan oleh Mulyoto Pangestu, seseorang mahasiswa Indonesia yang tengah ambil titel Ph. D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto sukses mengerjakannya memakai peralatan yang bisa diketemukan dengan gampang serta murah. Sayangnya penemuannya ini dipatenkan di Australia serta jadi punya Monash University. Walau demikian, Mulyoto tetaplah terdaftar jadi penemunya.

READ  Media sosial, politik, dan gelembung gangguan

8. Teori Crack Progression (1968)
Teori ini diketemukan oleh bekas Presiden RI Dr. Ing. Bacharuddin Juiceuf Habibie. Habibie lah yang lalu temukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya benar-benar detil, hingga pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lalu diberi nama crack progression. Dari sinilah Habibie memperoleh julukan jadi Mr. Crack. Pastinya teori ini buat pesawat lebih aman. Tidak saja dapat hindari resiko pesawat jatuh, namun juga buat pemeliharaannya lebih gampang serta murah

9. Two Man Cockpit (1969)
Wiweko Soepono yang di kenal jadi penemu pesawat komersil two-man cockpit yang diaplikasikan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) yaitu Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal akan pesawat glass cockpit berawak dua yang dipakai sampai saat ini. Wiweko dengan staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, dan staf yang lain buat rencana penerbangan dengan dua awak pesawat. Dengan mengeliminir flight engineer serta merubah setting layout cockpit pesawat, jadi didapat rencana FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) yang sangat mungkin pesawat kelas jumbo cuma diterbangkan oleh dua awak pesawat. Rencana FFCC begitu ditentang ketika itu, baik didalam ataupun diluar negeri. Tetapi saat ini rencana itu disempurnakan jadi glass cockpit sebagai standard untuk pesawat sipil. Boeing yang awal mulanya menentang pada akhirnya memakai tehnologi ini pada pesawat Boeing 747 400 serta Boeing 777. Nama glass cockpit dikenal juga jadi Garuda cockpit yang terlebih dulu diberi nama Wiweko cockpit.

10. System Telekomunikasi 4G berbasiskan OFDM (2010)
Masa info dengan didukung jaringan system telekomunikasi meningkatkan beberapa peneliti di bagian ini. Seseorang ilmuwan alumni ITB, Khoirul Anwar dengan  koleganya sukses mengubah efisiensi pakem alat komunikasi. Penemuan tehnologi 4G berbasiskan OFDM diawalinya dengan inspirasi kurangi daya transmisi untuk tingkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dikerjakan sampai 5dB saja (100. 000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari tehnologi terlebih dulu) serta akhirnya kecepatan transmisi bertambah. Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali buat dunia mengagumi akan, kesempatan ini yaitu menghapus sekalipun guard interval/GI, sudah pasti ini jadi buat frekwensi yang berlainan juga akan bertabrakan, alih-alih menaikkan kecepatan.

READ  Apple Mengatakan Ini Bukan Mengejar Platform Perangkat Lunak Universal

Pastinya terkecuali penemuan di atas banyak temuan temuan orang Indonesia yang lain. Sayang, minimnya – nyaris tidak ada – support riil dari pemerintah kadang-kadang jadi jadi penghambat sendiri yang memadamkan semangat beberapa akademisi di Indonesia. Tidaklah heran banyak ilmuwan-ilmuwan yang lebih pilih mengabdikan ilmunya di negara beda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *